PIDATO - Beny Arizal Arif "API ISLAM ADALAH HARAPAN BANGSA"

 

Indonesia adalah negeri yang indah, coba sodara berpikir sejenak. Negeri kita adalag negeri yang memili beribu-ribu pulau yang indah, negrri kita dalah negeri yang dilewati garis khatulistiwa, dan negi kita adalah negeri yang berdiri di atas 2 lempeng dunia.

    Keindahan negeri kita tidak sampai di situ saja sodara. Adakah negeri yang memiliki beragam suku dan ras, adakah negeri yang memiliki lebih dari satu Bahasa, dan adakah negeri yang bisa hidup berdampingan dalam perbedaan. Jarang! Malahan tidak ada! Tapi itu ada di negeri kita, INDONESIA!

     Tapi sodara, apakah anda pernah berpikir negerikita bisa hidup berdampingan dalam perbedan dan bisa bertahan sampai detik ini. Ya, karna agama kita yaitu Islam. Islam mengajarkan kita tolenrasi, tidak pandang bulu.

     Maka dari itu, berdirinya saya disini bukan untuk disukai apalagi dicintai. Tapi saya, putra dari bpk arifin akan menyampaikan sebuah pidato yang berjudul

API ISLAM ADALAH HARAPAN BANGSA

     Sodara-sodara sekalian. Lihatlah! Mayoritas agama yang dianut oleh masyarakat bangsa kita adalah islam. Penganutnya melebihi 90% penduduk yang ada di negeri ini. Tapi sodara, apakah anda pernah berpikir mengapa buku sekolah sejarah kita yang tertulis budha dan hindu padahal penganutnya Cuma 2,5 % penduduk yang di negeri ini. Mereka mencoba memengaruhi masyarakat kita untuk lupa dengan perjuangan islam, ini adalah deislamisasi.

     Lihatlah sodara ku, dampak deislamisasi untuk islam di bansa ini sangat buruk. Agama hanya sebagai status atau islam KTP. Wanita-wanita islam malahan ikut-ikutan trend joget geal-geol, trend lepas hijab. Astagfirullah, sungguh rusak islam di negeri ini sodara.

     Padahal di zaman dahulu, orang-orang islam sangat disegani, para ulama’ disanjungi. Para ulama’ dan santri ikut memperjuangkan kemerdekan negeri ini. Ada-ada saja kontrobusinya untuk bansa ini, mulai dari perang Diponegoro samapai perang Surabaya semunya dibantu oleh ulam’ dan santri. Mereka sudah rela mengorbankan jiwanya, raganya, hartanya untuk banga ini, negeri kita, Indonesia!

Douwes Decker dari Insdice Partij pernah berkata:

KALAU TIDAK KARNA SIKAP DAN PERJUANGAN PARA ULAMA’, SUDAH LAMA PATRIOTISME DI KALANGAN BANGSA KITA MENGALAMI KEMUSNAHAN

     Maka dari itu sodara, kita harus belajar sejara supaya islam bukan hanya mendapatkan abunya sejarah, tapi sejarahnya sejarah. Memang sejarah ditulis oleh pemenang tapi dengan belajar senjarah kita bisa belajat dari masa lalu untuk masa yang kedepan. Orang dahulu pernah berkata:

MASA LALU UNTUK DI KENANGI TAPI MASA LALU UNTUK DI TELADANI

Sungguh kesia orang yang tidak bisa lepas dari masa lalunya.

Kewajiban kita untuk belajar sejarah juga sudah tertulis di Al-Quran surat Al-Hasyr ayat 18 yang berbunyi                                                                    : يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍۚ

Artinya: Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang perhatikan sejarah mu  untuk hari esok (akhirat).

     Maka dari itu, kita sebaga umat islam harus belajar sejarah apalagi kita adalah pemuda-pemudi islam . Hei pemuda-pemuda, hei pemudi-pemudi, kita lah bibit-bibit bangsa. Bung Karno seorang santri, Gus Dur seorang santri, RA Kartini seorang santri, dan abah kyai kita. Abah kyai Junaidi juga seorang santri. Maka dari itu sodara-sodara, berbahagai lah menjadi seorang santri

     Ingatlah sodara, perjuangan kalian masih panjang. Fisik adalah penentu rasa suka, harta adalah penentu restu orang tua, maka dari itu, berjuanglah anak muda. Sekian pidato dari saya, mohon maaf bila ada salah kata dan salah perbuatan karna manusia tempat salah dan lupa. Wajarlah manusia bukan nabi boy.

 

Comments

Popular posts from this blog

PIDATO - Ahmad Ghulamir Roqi "Melestarikan Budaya Di Era Globalisasi"

PIDATO - Ahmad Hanif Amrullah "MEMBANGUN UKHUWAH ISLAMIYAH MENURUT AL-QUR’AN DAN HADIST"

PIDATO - Galuh Irawan Maya Sari "Melestarikan Budaya Nasional sebagai santri Generasi Penerus Bangsa dan Negara"